Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar …(QS:23:ayat 55-56)

AL Qur’an Surat Al Mu’minun 51-60 :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(51). يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖإِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(52). وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

(53). فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖكُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

(54). فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

(55). أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),

(56). نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚبَلْ لَا يَشْعُرُونَ
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.

(57). إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,

(58). وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,

(59). وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),

(60). وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.

Sebagian orang merasa bahwa tanda bahwa Allah memberikan kebaikan kepadanya adalah sebagaimana menurut surat Al Mu’minun ayat 55 dan 56 tersebut di atas :

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.”

Sebaliknya,

Seringkali ketika kita sedang dalam masa kejahilan dalam hidup kita, Allah berikan segala kemudahan dan kesenangan-kesenangan di dunia. Baik itu berupa harta ataupun anak-anak serta kesenangan-kesenangan lain yang melenakan.

Namun, ketika kita berusaha mendekat kepada-Nya, justru kesenangan dan kemudahan dunia seringkali kita rasakan menghilang berganti dengan ujian-Nya yang seringkali membuat kita tersungkur kesusahan dan merasa hidup dalam kehinaan.

Sekali-kali tidak demikian !!

Pada Ayat-ayat (57-61) selanjutnya Allah mengatakan bahwa : Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

Maksudnya adalah memperoleh kebaikan-kebaikan dari sisi Allah sejak di dunia ini dan utamanya adalah di akhirat kelak.

Apakah kebaikan-kebaikan tersebut?

Yang jelas, lebih baik dari harta dan anak-anak ataupun kesenangan hidup di dunia semata.

Apakah itu berarti memiliki harta yang sangat berlimpah?

Memiliki Anak-anak yang shaleh dan shalehah?

Memiliki istri yang cantik?

Memiliki rumah yang megah dan kendaraan yang mewah?

Memiliki usaha dengan hasil trilyunan dollar per tahun?

Memiliki tanah yang luas dan berhektar-hektar?

Kebaikan yang utama adalah diberikan oleh Allah pemahaman terhadap ilmu agama sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Itulah kebaikan utama yang dimaksud. Sesungguhnya kebaikan berupa harta dan anak-anak serta kesenangan hidup di dunia tidak lebih baik dari hidayah untuk mampu memahami Al Qur’an dan AsSunnah sesuai petunjuk Allah dan Rosul-Nya SAW.

Tanda Allah sayang sama kita adalah dengan diberikan pemahaman yang baik dan benar terhadap Al Qur’an dan Assunnah. Sehingga dengan ilmu tersebut kita mampu untuk meniti jalan menuju surga-Nya.

Dunia bukanlah tempat untuk beristirahat dan bersenang-senang. Karena sesungguhnya kita boleh beristirahat dengan tenang dan nyaman ketika kita benar-benar telah menginjakkan kaki di surga-Nya. Ammiiin ya Robbal Alamiin.

Wallahu’alam.

NB : Inti dari ‘Bahaya ancaman’ adalah pada ayat 53 dan 54, maka siapakah yang berpecah belah? yakni mereka yang tersesat. Mengapa tersesat? Karena pemahaman terhadap agama tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah. Bukankah semua orang juga berpegang kepada Al Qur’an dan Assunnah? Ya. Masing-masing golongan akan merasa demikian (dan merasa bangga). Tetapi sesungguhnya mereka tersesat.

Bagaimana agar tidak tersesat? Pertama, bermohon kepada Allah (itulah salah satu do’a dalam surat Al Fatihah yang wajib kita baca ketika shalat) yakni meminta diberikan petunjuk yang lurus dalam memahami agama. Jangan seperti orang Yahudi dan Nasrani yang tahu ilmunya tapi tidak diamalkan dan yang beramal tapi tidak berlandaskan ilmu.

Yang kedua, ikuti pemahaman Al Qur’an dan Assunnah berdasarkan pemahaman 3 Generasi awal umat Islam. Yakni pemahaman para sahabat, generasi setelah sahabat, dan generasi setelahnya.

Yang ketiga, hindari perkara syubhat. Silahkan cari apakah itu syubhat🙂

QS 23 ayat 53 dan 54 :

“Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).”

“Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s