Tabungan Dosa Harian Kita 3

Masya Allah, sungguh rasa-rasanya kita ini memang banyak dosa yang seringkali tidak kita sadari atau dengan kata lain kita sepelekan. Untuk itulah mari coba kita bahas, kita bongkar kekurangan-kelemahan diri kita sebagai makhluk Allah yang dibekali oleh Allah dengan hawa nafsu. Wajar, namun bukan berarti harus kita perturutkan terus keinginan nafsu tersebut, cobalah kita belajar mengendalikannya dan menundukannya.

Namun juga kita disini lebih baik berhati-hati daripada ternyata hitungan dosa kita terlalu kecil/sedikit dibandingkan hitungan Allah Yang Maha Teliti yang ternyata tidak kita sadari dosa kita jauh lebih besar dari yang kita perkirakan. Lebih baik kita menganggap, sekecil apapun dosa yang kita perbuat lihatlah itu sebagai suatu hal yang besar (masalah), daripada kita menganggap dosa tersebut sepele, karena jika kita tidak mempedulikannya seringkali kita cenderung akan mengulanginya dan memperbuat dosa-dosa yang lebih besar lagi. Demikian juga sebaliknya jika kita menilai amalan-amalan ibadah kita, sebesar apapun amalan ibadah kita, sebaiknya kita anggap kecil dan kurang, agar kita senantiasa menambah terus kualitas dan kuantitas amalan ibadah kita dengan sebaik-baiknya, sambil terus memohon ampunan-Nya.

Semakin besar kita ‘melihat’ dosa-dosa kita, mungkin semakin baik, maka inysaAllah kita akan semakin terpacu untuk ‘tancap gas’ berusaha mengikis dosa-dosa tersebut dengan amalan-amalan yang (insyaAllah) diterima oleh Allah SWT.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(QS Qaaf [50]:16-18).

MasyaAllah, lihatlah betapa (kalau kita sadar) ternyata kita ini kemana-mana ‘dikawal’ oleh 2 Malaikat pencatat amal baik dan amal buruk. Tidak akan pernah luput sedikitpun segala perbuatan yang kita kerjakan, baik itu berupa kebaikan maupun keburukan dari pantauan malaikat-malaikat Allah. Seandainya saja kedua malaikat tersebut bisa kita tanya, sudah berapa point dosa dan pahala kita, mungkin kita dapat ‘bocoran’ apakah status kita di akhirat nanti adalah Golongan kanan (syurga) ataukah Golongan kiri (neraka). Untuk itulah, mari kita mencoba menghisab diri kita terlebih dahulu sebelum dihisab oleh Allah. Dengan cara berusaha menghisab diri sendiri tersebut, diharapkan kita akan senantiasa bermuhasabah atau memperbaiki kualitas maupun kuantitas amalan ibadah kita, dan menjauhi hal-hal yang mendekatkan kita pada dosa. Jika kita merasa bahwa kita memang sulit untuk luput dari dosa sehari-hari, cobalah kita upayakan untuk diminimalisir. Atau ternyata melihat kondisi saat ini banyak hal-hal yang membuat kita benar-benar tidak bisa luput dari dosa, misalkan saja rekan kerja kita (wanita) masih banyak yang belum berhijab, dimana kita tidak mungkin terhindar dari berkomunikasi dengannya, maka bicaralah seperlunya saja dan kerjakanlah amalan-amalan yang bisa menjadi pembersih dari dosa-dosa tersebut. Pembersih dosa yang paling utama dan dahsyat adalah shalat tepat waktu yang dikerjakan secara berjama’ah di mesjid (tempat ibadah umum). Sesuai sabda Rosulullah :

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Bagaimana pendapatmu seandainya di depan pintu salah seorang di antara kamu ada sungai yang ia mandi lima kali tiap hari di dalamnya, apakah kamu katakan, ‘Kotorannya masih tinggal?'” Mereka menjawab, “Kotorannya sedikit pun tidak bersisa.” Beliau bersabda, “Itulah perumpamaan shalat yang lima waktu. Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengannya.

Sebenarnya perhitungan yang akan kita lakukan tidaklah bisa dikatakan suatu kepastian atau mutlak benar seratus persen, karena yang maha tepat perhitungannya hanyalah Allah, namun dengan cara ini bolehlah kita berharap, mudah-mudahan kita memiliki petunjuk atau arah (posisi) kita sejauh ini berada di mana, apakah mendekati kebaikan ataukah keburukan, dan sebagai bahan evaluasi diri guna semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah yang kita lakukan, khususnya shalat serta diiringi dengan kehati-hatian kita dalam bersikap agar seminimal mungkin melakukan dosa-dosa kecil, apalagi dosa yang besar harus benar-benar kita jauhi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s