Tabungan Dosa Harian Kita 1

Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari yang namanya dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar. Kita seringkali tidak menyadari dalam sehari-semalam (24 jam) berapa banyak kita berbuat dosa. Kalau dosa besar barangkali kita dapat mengingatnya, namun dosa-dosa kecil yang sering kita lakukan tanpa kita sadari karena kelengahan ataupun kelalaian kita terkadang kita abaikan atau tidak mempedulikannya. Jadi, berapa banyak setiap hari kita berbuat dosa-dosa kecil seperti maksiat, membicarakan orang lain (ghibah), pasang muka cemberut, menyakiti perasaan orang lain, melihat aurat orang lain di jalanan-majalah-koran-TV-internet baik sengaja ataupun tidak sengaja, atau mungkin kita-lah yang menebar aurat kemana-mana, melalaikan janji, berbohong, tidak jujur, marah sama anak-istri, marah sama anak buah, mengutuk orang yang menyalip motor atau mobilnya, berpikiran mesum, berbuat usil/jahil, berkata-kata kasar ataupun tidak senonoh, dan lain-lain yang rasa-rasanya setiap hari kita tidak dapat luput dari hal-hal yang telah disebutkan tadi, atau bahkan banyak lagi daftar dosa-dosa yang tidak terasa yang belum dituliskan.

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. (QS Al Kahfi [18]:49).

Hanya Allah SWT dan kita sendirilah yang tahu, atau bahkan kita sendiri malah tidak sadar, sementara Allah Maha Meliputi Segala Sesuatu, dan tidak akan luput dari ‘pantauan’ Allah Azza Wa jalla meskipun dosa tersebut sebesar zarah atau atom sekalipun pasti akan Allah hisab di Hari Perhitungan (Yaumil Hisab).

Rasulullah saw. bersabda:  Allah Ta’ala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat. Hadits riwayat Abu Hurairah ra. (Shahih Muslim No.183)

Dari Rasulullah saw. tentang apa yang diriwayatkan dari Allah SWT bahwa Allah berfirman: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejelekan. Kemudian beliau (Rasulullah) menerangkan: Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan, tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai satu kebaikan penuh di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan baik dan mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat hingga kelipatan yang sangat banyak. Kalau ia berniat melakukan perbuatan jelek, tetapi tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatat hal itu sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan jelek itu, lalu melaksanakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan. Hadits riwayat dari Ibnu Abbas ra. (Shahih Muslim No.187)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s