Shalat Beres = Dunia Beres = Akhirat Beres

Nah, di dunia pun demikian. Jika Shalatnya beres, rapih jali, sempurna, yang artinya Shalat wajibnya sering dikerjakan secara berjama’ah di Masjid dan tepat waktu, maka kehidupan di dunianya akan adem ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. Hehe. Iya, betul itu. Coba dech buktikan. Orang yang beres Shalatnya, insyaAllah beres pula kehidupannya, tetep asal tidak berbuat syirik. Dia akan memiliki hati yang tentram. Kalau udah gini, apapun yang dia terima akan selalu disyukuri, hatinya lapang dalam menghadapi masalah. Allah jauhkan dari kesulitan, Allah jaga dia dari segala macam ketidaknyamanan. Kesimpulannya mah dia sudah serasa berada di Surga meskipun hidup di dunia. Wah, kalau gitu sudah pasti dia kaya dong? Punya istri secantik bidadari dong? Santai-santai saja dong kerjaannya? Bisa jadi, kemungkinan besar demikian. Apa sich yang mutlak di dunia ini? Semuanya serba relatif. Seperti teori relativitasnya Albert Einstein. Gak percaya? Orang yang beres Shalatnya, akan beres hatinya, tentu akan beres juga hidupnya. Dia akan selalu bersyukur. Dia akan selalu merasa kaya dan bahagia, meskipun sebenarnya biasa-biasa saja. Ya apa mau dikata apabila seseorang menganggap bahwa dia sudah cukup kaya dengan memiliki seorang istri dan anak-anak yang lucu dan sehat, rumah sederhana yang sekedar cukup bagi keluarganya, sebuah mobil tua produksi Tahun 1975, sebuah motor bekjul, dan sebidang kebun tempatnya beraktifitas. Tidak ada yang lebih istimewa, yang dimiliki orang tersebut selain apa yang tadi telah disebutkan. Kita tidak bisa protes kalau dia sudah merasa kaya dengan itu semua.

Sebaliknya, kita biasanya menganggap sukses jika seseorang telah memiliki beberapa buah rumah mewah di tempat yang elit dan bergengsi, beberapa mobil mewah keluaran terbaru, istri yang cantik dan menawan bak model terkenal, memiliki anak-anak yang bersekolah di luar negeri, memiliki sertifikat tanah beratus-ratus hektar, memiliki perusahaan besar, memiliki perkebunan Sawit, tambang batu bara, hotel berbintang, dan lain-lain yang siapapun akan men-cap-nya sebagai orang kaya raya. Hanya satu saja kekurangannya, Shalatnya agak bermasalah sedikit. Oleh karena itu, biasanya dia belum merasa kaya (cukup) dan merasa masih kurang ini masih kurang itu. Meskipun duitnya M-M-an (Milyaran, red) di rekening tabungan, tetap saja merasa kurang. Meskipun istrinya sangat cantik dan menawan, tetap saja di mata dia kurang sempurna. Meskipun kemana-mana mengendarai mobil mewah yang sejuk, tetap saja hatinya tidak tentram. Meskipun tidur di rumah mewah, di hotel berbintang, tetap saja ada ‘lubang hitam’ di hatinya yang membuatnya senantiasa gelisah dan gelisah. Tidak merasakan kebahagiaan yang paripurna. Nah, orang tersebut Shalatnya agak sedikit bermasalah, bagaimana dengan yang Shalatnya banyak masalah? Atau bahkan tidak mengerjakan Shalat sama sekali? Sudah pasti dia tidak akan bersyukur bahkan cenderung kufur nikmat. Hartanya selalu dirasa kurang, sehingga diliputi kerakusan yang luar biasa, segala cara dilakukan guna mendapatkan harta yang lebih banyak lagi. Rumahnya yang mewah tidak lagi membawa ketentraman baginya, lebih sering tertidur di kendaraan maupun pesawat malah. Istrinya yang cantik dan menawan sudah tidak lagi memikat hatinya, eh, malah dia terpikat dengan wanita tipe lain yang akhirnya memicu keretakan rumah tangganya. Seringkali kita dibuat bingung pada banyak kasus, tentang rumah tangga yang berkecukupan, sang istri cantik dan suaminya pun tak kalah cakepnya, sekelas selebritis lah. Eh, malah mereka bercerai. Kurang apa coba? Katanya sudah tidak ada kecocokan lagi. Wuih, benar lah apa kata Allah bahwa dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka[1]. Titik. Nah, kita sudah melenceng terlalu jauh ya, sekarang kita fokus lagi ke pembahasan Shalat.


[1] QS.Al‘Ankabuut : 64 Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s