Matematika Pahala Shalat Wajib dan Dosa Diantara Waktu Shalat

Sebagaimana tadi telah kita bahas dan hitung, berdasarkan data-data di atas dapat kita simpulkan dalam sehari semalam (24 Jam) point yang dapat kita coba hitung adalah sebagai berikut :

  • Point Dosa Antara Waktu Shalat dan Istirahat/Tidur (15 Jam), dengan menganggap kita memiliki waktu potensial berbuat dosa dalam rentang waktu 15 jam, dimana anggaplah setiap detiknya ada saja satu dosa kecil yang kita perbuat (bukan termasuk dosa besar). Maka Pointnya adalah sebanyak 54.000 detik (Point).
  • Point Shalat Kriteria 1 : Shalat Wajib Berjama’ah di Masjid dan di Awal Waktu (Utama), sebanyak 1.701.060 Point.
  • Point Shalat Kriteria 2 : Shalat Wajib di Awal Waktu dan Dikerjakan Sendiri (Alasan Udzur/Berhalangan karena Sakit, sehingga tidak mampu pergi ke Masjid), sebanyak 50.080 Point.
  • Point Shalat Kriteria 3 : Mengulur-ulur Pelaksanaan Shalat Wajib baik Berjama’ah/Sendiri (Melalaikan Shalat), sebanyak 32.080 Point.
  • Point Shalat Kriteria 4 : Tidak Shalat, minimal sebanyak 528.768.000 detik atau point dosa setiap hari.

Dari catatan hasil perhitungan di atas, dapat kita buat perbandingan antara mendirikan Shalat wajib yang lima waktu tersebut, kriteria manakah yang benar-benar menjadi penebus dosa sebagaimana sabda Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

A.  Kriteria 1

  • Point Pahala Shalat Kriteria 1 : 1.701.060 Point.
  • Point Dosa Harian (Standar) : 54.000 Point.
  • Sisa Pahala : (1.701.060 Point) – (54.000 Point)

= 1.647.060 Point Pahala. (POSITIF)

B.  Kriteria 2

  • Point Pahala Shalat Kriteria 2 : 50.080 Point.
  • Point Dosa Harian (Standar) : 54.000 Point.
  • Sisa Pahala : (50.080 Point) – (54.000 Point)

= – 3.920 Point Dosa. (MINUS)

C.  Kriteria 3

  • Point Pahala Shalat Kriteria 3 : 32.080 Point.
  • Point Dosa Harian (Standar) : 54.000 Point.
  • Sisa Pahala : (32.080 Point) – (54.000 Point)

= – 21.920 Point Dosa. (MINUS)

D.  Kriteria 4

  • Point Pahala Shalat Kriteria 4 : NOL Point.
  • Point Dosa Harian (Standar) : 54.000 Point.
  • Point Dosa Tidak Shalat : 528.768.000 detik atau point dosa setiap hari.
  • Sisa Pahala : (0) – (54.000 Point + 528.768.000)

= – 528.822.000 Point Dosa. (MINUS)

Berdasarkan data-data di atas jelaslah bahwa yang dikatakan Shalat sebagai penebus dosa yang paling sempurna adalah Shalat berdasarkan kriteria 1, yakni Shalat Berjama’ah yang dikerjakan di Masjid dan di Awal Waktu. Karena, yang memberikan hasil positif hanyalah Shalat kriteria 1, sedangkan kriteria lainnya negatif atau minus. Perhitungan di atas setiadaknya dapat menjawab beberapa pendapat ulama yang menganggap Shalat berjama’ah di Masjid ‘hanya’ lebih utama saja, atau dengan kata lain bukanlah suatu kewajiban bagi tiap-tiap individu. Ada yang berpendapat fardhu kifayah, dan sunnah muakad. Ternyata, berdasarkan hitung-hitungan sederhana di atas, perbedaannya sungguh sangat jauh sekali. Sungguh merugi orang yang tidak mengerjakan Shalat sesuai kriteria 1, karena Shalat wajib memang merupakan kewajiban untuk dikerjakan secara berjama’ah di Masjid dan di awal waktu yang telah ditentukan. Bahkan jika dikerjakan secara tepat waktu namun hanya dikerjakan sendirian saja, tetap tidak sebanding dengan Shalat Berjama’ah yang dikerjakan di Masjid di awal waktu.

Memang, angka-angka tersebut bukanlah mutlak, namun semua kriteria Shalat tersebut menggunakan variabel yang sama sebagai faktor penghitung dan pengurang. Anda bisa saja merubah beberapa variabel yang dirasa kurang sesuai, misalnya point-point pelaksanaan Shalat anda lebih sempurna dan dosa-dosa kecil yang dikerjakan baik sengaja ataupun tidak disengaja tidak sebesar itu. Silahkan saja, asalkan variabel yang digunakan harus sama. Atau sebaliknya, jika anda merasa dosa harian anda kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan data-data di atas, bisa anda tambahkan, misalnya saja kemungkinan tiap detik berbuat 10 dosa sekaligus. Bisa saja, misalnya seseorang yang merokok di angkot, dan angkot tersebut penuh sementara anda enak-enakan merokok dan mencemari seisi angkot yang berisi 12 orang misalnya. Dosa anda pun akan tercatat minimal 12 point setiap saat-nya, karena kita tidak tahu asap rokok yang kita hembuskan ke luar mencemari siapa saja dan selama berapa lama. Itu baru contoh merokok, misalnya anda seorang wanita dan tidak berjilbab, karena rambut adalah aurat yang harus ditutupi, maka setiap pasang mata yang melihat anda merupakan point-point dosa yang terus menerus mengisi tabungan dosa anda.

Bayangkan, anda misalnya cantik dan menawan sehingga di mata lawan jenis anda merupakan sosok yang menarik perhatian dan sangat menggoda pandangan. Berpakaian serba terbuka dan mencolok. Kemudian anda jalan-jalan ke mal, dan tentu saja banyak yang akan memandang anda. Entah berapa point dosa setiap detiknya masuk ke rekening dosa anda, melalui orang-orang yang memandang dan ‘mengagumi’ anda. Atau sebaliknya seorang pria yang ke mal mengantar istri pergi belanja, dan mata-nya ikut-ikutan ‘belanja’ melihat yang cantik-cantik dan menarik. Bisa-bisa, pulang dari mal panen dosa. Banyak contoh-contoh lainnya. Silahkan coba analisa dan hitung sendiri, yang jelas angka-angka di atas bukanlah baku, karena masing-masing individu pasti berbeda situasi dan kondisinya. Sekali lagi, hitung-hitungan di atas hanyalah standar atau contoh saja guna membuktikan bahwa Shalat Berjama’ah di Masjid dan di awal waktu memiliki manfaat yang sangat dahsyat sebagai penggempur dosa-dosa kita. Sungguh benar-benar sangat merugi orang-orang yang menganggap remeh terhadap Shalat Berjama’ah di Masjid. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s