Benarkah Shalat itu Cuma ngefek (berdampak) di akhirat saja?

Benarkah Shalat itu Cuma ngefek (berdampak) di akhirat saja? Sudah lupa ya? Barusan kan dibahas, diatas tadi. Orang yang beres Shalatnya akan beres juga hidupnya. Sebaliknya, yang tidak beres Shalatnya, tidak beres juga hidupnya. Ayo, ada yang membantah? Coba sodorkan bukti. Sami’un buru-buru ngacung dan berkata dengan lantang : “Ada!”. Sambil nyeruput kopi hitam-nya, dan kunyam kunyem sisa makan gehu, Sami’un pun berujar : “Ada kok, banyak malah. Itu, contohnya si Majid, dia kan selama ini Shalat terus, rajin malah tapi hidupnya kok gitu-gitu aja. Gak pernah lepas malah dari Shalatnya”. Terus si Sami’un ditanya : “Si Majid Shalatnya dimana?”. Sami’un membalas : “Emang sih Shalatnya sendirian di rumah saja, kadang di kebon, kadang di saung. Tapi, kan yang penting dia Shalat terus, konsisten, tidak pernah absen sekalipun.”

Banyak diantara kita yang Shalatnya rajin tapi dikerjakan sendiri dan tidak dikerjakan secara berjama’ah. Dia merasa itu pun sudah baik baginya. Masih mending jika dia tidak berbuat maksiat atau bahkan dosa besar. Kebanyakan kita mah melakukan STMJ, istilahnya Shalat Tapi Maksiat Jalan. Memang, Shalat wajib merupakan penebus dosa sebagaimana banyak hadits yang mengatakan demikian[1]. Namun, Shalat yang seperti apa yang mampu menebus dosa-dosa kita dalam seharian? Tentu saja Shalat yang dikerjakan secara berjama’ah di Masjid dan tepat waktu.

Ayo kita buktikan. Sekarang kita coba berhitung, kan katanya biasanya kita akan paham jika ada hitung-hitungannya. Atau istilahnya kalau dalam berbisnis hitung-hitungannya kudu jelas, supaya afdol. Demikian juga Shalat. Shalat bisa juga diibaratkan bisnis yang paling afdol, paling menguntungkan, karena untungnya bukan hanya di dunia, melainkan di akhirat juga. Inilah bisnis (urusan) yang paling profitable, melebihi bisnis yang menghasilkan keuntungan Milyaran atau bahkan Trilyunan dalam setahun. Wah, yang enggak-enggak aja ente, begitu celetuk Sami’un yang ikut mendengarkan statement tersebut. Benarkah lebih menguntungkan dari bisnis properti yang terjual semua, sold out? Benarkah lebih menguntungkan dari tambang minyak? Benarkah lebih menguntungkan dari usaha perkebunan kelapa sawit? Benarkah lebih menguntungkan dari memiliki ladang berlian dan emas? Benar. Benar. Dan Benar. Pokoknya keuntungannya tidak ada bandingannya dengan seluruh apa-apa yang disebutkan tadi, bahkan seandainya anda jadi raja minyak sekalipun, sehingga bisa membeli klub sepakbola semacam Manchester United, ataupun AC Milan, bisa membangun gedung pencakar langit setara Burj el Dubai, bahkan 10 kali lebih tinggi dan lebih besar dari Burj el Dubai, atau bisa menikahi wanita paling cantik sedunia, dan lain-lain yang menjadi keindahan dunia dan segala isinya, tidaklah lebih menguntungkan dibandingkan Shalat! Mutlak. Absolut. Bin Paten!

Menurut Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, pernah bersabda bahwasanya Shalat wajib lima waktu itu merupakan penebus dosa, yang artinya membersihkan dosa-dosa kita yang terjadi antara waktu Shalat wajib yang satu hingga waktu Shalat wajib yang lainnya, selama dosa-dosa besar dijauhi. Misalnya kita melaksanakan Shalat Zhuhur, nah, Shalat Zhuhur itu merupakan penghapus dosa-dosa kita yang terjadi antara waktu shubuh dan Zhuhur, begitu pun waktu ‘Ashar merupakan penghapus dosa-dosa yang diperbuat antara waktu Zhuhur dan ‘Ashar, begitu pun Shalat lainnya. Menjadi penebus dosa-dosa kita, yang diibaratkan kita mandi selama 5 kali dalam sehari yang tentunya tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun. Dengan catatan, kata Nabi, selama dosa besar tidak dilakukan.

Berarti, selama waktu antara Shalat wajib ke Shalat wajib lainnya, kemungkinan besar kita berbuat dosa. Dosa apa? Mungkin kita bertanya-tanya. Ternyata dosa-dosa yang tidak kita sadari, dosa-dosa yang tergolong kecil, baik sengaja maupun disengaja. Wah, benarkah demikian? Si Sami’un mulai mengkerutkan keningnya sambil ngusap-ngusap janggutnya yang Cuma beberapa helai saja. “Seperasaan saya mah, kayaknya, gak ada tuch saya berbuat dosa”. Sami’un bergumam, seolah yakin. Baiklah, ayo kita coba buktikan. Tidaklah semata-mata Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata bahwa Shalat lima waktu ibarat di depan pintu rumah kita ada kali yang mengalir (tentunya kali [sungai] disini maksudnya merupakan sungai yang airnya bersih, jangan samakan dengan kali di jaman sekarang, apalagi dengan kali ciliwung saat ini), jika seseorang mandi 5 kali sehari dengannya, apakah masih ada kotoran yang tersisa? Tentu tidak, jawab para Sahabat. Nah, dengan demikian Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sendiri mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar, selama antara waktu Shalat tersebut kita pasti tidak akan lepas dari yang namanya dosa, tentu maksud di sini dosa kecil ataupun dosa yang tidak kita sadari atau kita anggap biasa. Namun, dosa kecil juga jika terus-terusan dikerjakan dan tanpa ada ‘penghapusnya’ tentu lama-lama akan jadi dosa besar juga. Berdasarkan hadits tersebut juga, bahwasanya Shalat wajib lima waktu merupakan penebusnya. Sudah tentu Shalat wajib tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rosul-Nya, yang dicontohkan langsung oleh Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada para Sahabatnya, dan dikerjakan dengan penuh antusias dan semangat oleh para Sahabat hingga akhir hayatnya. Shalat wajib seperti apakah? Yakni Shalat wajib yang dikerjakan berjama’ah di Masjid dan tepat waktu.


[1] Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Bagaimana pendapatmu seandainya di depan pintu salah seorang di antara kamu ada sungai yang ia mandi lima kali tiap hari di dalamnya, apakah kamu katakan, ‘Kotorannya masih tinggal?'” Mereka menjawab, “Kotorannya sedikit pun tidak bersisa.” Beliau bersabda, “Itulah perumpamaan shalat yang lima waktu. Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s